Candi
Budha Terbesar
Candi Borobudur merupakan warisan budaya Indonesia yang sudah terkenal ke
seluruh dunia, bangunan ini merupakan Candi Budha terbesar di dunia dan
ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia. Bentuknya
yang megah dan detail arsitekturnya yang unik membuat semua orang ingin
mengunjungi.
Pembangunan Borobudur
berlangsung selama 75 tahun. Pembangunan candi ini tidak dibangun secara
terus-menerus dan mulus, namun melalui berbagai tahapan pembangunan serta
berbagai rintangan sehingga mengubah struktur candi menjadi bangunan seperti
sekarang.
Tahap pertama, Candi Borobudur
dibangun menggunakan tanah padat bukit
sebagai pondasinya, sehingga tidak seluruhnya menggunakan batu andesit sehingga
membentuk cangkang batu andesit. Pada tahap ini bagian atas bukit disiangi dan
diratakan, kemudian pelataran datar diperluas. Struktur candi sampai galeri tingkat
kedua telah dibuat, sehingga masih tampak seperti piramida berundak.
Tahap kedua, terjadi
pemugaran bangunan secara penuh, penambahan material batu baru mulai dari
tingkat kedua. Terjadi longsor di bagian utara candi. Kemudian teras lingkar
atau bagian puncak candi mulai dibangun, namun tanpa ada stupa seperti sekarang
ini.
Tahap ketiga, kaki candi
dibangun untuk menghentikan longsor, sehingga menutupi relief
Mahakarmawibhanga. Kaki candi yang besar dan lebar dibangun untuk memperkuat
struktur candi yang terlalu ramping. Di teras lingkar puncak, dibangun tiga
teras lingkar dengan stupa-stupa kecil.
Tahap keempat dan terakhir,
adanya perbaikan monument tanpa perubahan terhadap rancangan bangunan.
Pelebaran kaki candi, dan renovasi, penambahan relief baru di lantai pertama.
Renovasi candi masih dilakukan sampai abad ke-13.
Pada tahun 1814, Thomas
Stamford Raffles mendapatkan berita dari bawahannya tentang adanya bukti yang
dipenuhi dengan batu batu berukir. Kemudian dia mengutus Cornelius, seorang
pengagum sejarah dan seni untuk mendatangi candi itu. Setelah dibersihkan
selama 2 bulan dengan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin jelas dan
pemugaran dilanjutkan tahun 1825.
Pada akhir 1960-an, Pemerintah Indonesia telah
mengajukan permintaan kepada masyarakat internasional untuk pemugaran
besar-besaran demi melindungi monumen ini. Pada tahun 1973, dilakukan rencana induk
untuk memulihkan Borobudur. Pemerintah Indonesia dan UNESCO mengambil langkah
untuk perbaikan menyeluruh monumen ini dalam suatu proyek besar antara tahun
1975 sampai tahun 1982.
Indonesia merupakan negara yang kaya raya. Bukan saja kaya
akan sumber daya alam, tetapi juga kaya akan budaya yang turun-temurun
diwariskan oleh nenek moyang kita. Bahkan dari sekian banyak warisan budaya
yang ada terdapat beberapa yang diakui oleh UNESCO sebagai situs warisan budaya
dunia. Seperti Candi Borobudur misalnya. Bahkan Candi Budha terbesar di
Indonesia tersebut pernah dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban
dunia. Tentu saja sebagai warga negara Indonesia kita wajib menjaga dan melestarikan
keberadaan situs-situs warisan dunia tersebut, agar jangan sampai rusak atau
bahkan punah. Sehingga keberadaannya tetap bisa menjadi kebanggaan kita dan
terus bisa dinikmati oleh anak dan cucu kita nantinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar