Jumat, 02 September 2016

Candi Budha Terbesar

Candi Borobudur merupakan warisan budaya Indonesia yang sudah terkenal ke seluruh dunia, bangunan ini merupakan Candi Budha terbesar di dunia dan ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia. Bentuknya yang megah dan detail arsitekturnya yang unik membuat semua orang ingin mengunjungi.
Pembangunan Borobudur berlangsung selama 75 tahun. Pembangunan candi ini tidak dibangun secara terus-menerus dan mulus, namun melalui berbagai tahapan pembangunan serta berbagai rintangan sehingga mengubah struktur candi menjadi bangunan seperti sekarang.
Tahap pertama, Candi Borobudur dibangun  menggunakan tanah padat bukit sebagai pondasinya, sehingga tidak seluruhnya menggunakan batu andesit sehingga membentuk cangkang batu andesit. Pada tahap ini bagian atas bukit disiangi dan diratakan, kemudian pelataran datar diperluas. Struktur candi sampai galeri tingkat kedua telah dibuat, sehingga masih tampak seperti piramida berundak.
Tahap kedua, terjadi pemugaran bangunan secara penuh, penambahan material batu baru mulai dari tingkat kedua. Terjadi longsor di bagian utara candi. Kemudian teras lingkar atau bagian puncak candi mulai dibangun, namun tanpa ada stupa seperti sekarang ini.
Tahap ketiga, kaki candi dibangun untuk menghentikan longsor, sehingga menutupi relief Mahakarmawibhanga. Kaki candi yang besar dan lebar dibangun untuk memperkuat struktur candi yang terlalu ramping. Di teras lingkar puncak, dibangun tiga teras lingkar dengan stupa-stupa kecil.
Tahap keempat dan terakhir, adanya perbaikan monument tanpa perubahan terhadap rancangan bangunan. Pelebaran kaki candi, dan renovasi, penambahan relief baru di lantai pertama. Renovasi candi masih dilakukan sampai abad ke-13.
Pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles mendapatkan berita dari bawahannya tentang adanya bukti yang dipenuhi dengan batu batu berukir. Kemudian dia mengutus Cornelius, seorang pengagum sejarah dan seni untuk mendatangi candi itu. Setelah dibersihkan selama 2 bulan dengan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin jelas dan pemugaran dilanjutkan tahun 1825.
Pada akhir 1960-an, Pemerintah Indonesia telah mengajukan permintaan kepada masyarakat internasional untuk pemugaran besar-besaran demi melindungi monumen ini. Pada tahun 1973, dilakukan rencana induk untuk memulihkan Borobudur. Pemerintah Indonesia dan UNESCO mengambil langkah untuk perbaikan menyeluruh monumen ini dalam suatu proyek besar antara tahun 1975 sampai tahun 1982.
Indonesia merupakan negara yang kaya raya. Bukan saja kaya akan sumber daya alam, tetapi juga kaya akan budaya yang turun-temurun diwariskan oleh nenek moyang kita. Bahkan dari sekian banyak warisan budaya yang ada terdapat beberapa yang diakui oleh UNESCO sebagai situs warisan budaya dunia. Seperti Candi Borobudur misalnya. Bahkan Candi Budha terbesar di Indonesia tersebut pernah dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Tentu saja sebagai warga negara Indonesia kita wajib menjaga dan melestarikan keberadaan situs-situs warisan dunia tersebut, agar jangan sampai rusak atau bahkan punah. Sehingga keberadaannya tetap bisa menjadi kebanggaan kita dan terus bisa dinikmati oleh anak dan cucu kita nantinya.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar